Jumat, 07 Oktober 2022

edisi curhat, Sekali Lagi Berjanji Untuk Berhenti

Bismillah
.
Hari hari ini, rasanya sesak dadaku. Kembali merasakan kagum sama seseorang (lawan jenis), tapi berkembang jadi harap yang berlebih, adalah tingkat rasa sakit awal dalam hubungan dengan lawan jenis.
Bertahun tahun bisa tanpa rasa baper romantis pada lawan jenis dalam menjalani hidup single(lillah),  terkaget saat mengenalnya. Allah, kembali memberi rasa ini. Mendadak bahagia, semangat, penasaran ceria, semua yg dilihat jadi indah, terasa lucu, dan semua perasaan positif itu muncul saat Allah membiarkan semua indra ini mencerna "si dia", lalu menyusupkan rasa itu. Rasa yang ku artikan sbg jatuh cinta.
Seandainya aku di usia 20 an, pasti sempurna. Tapi rasa ini hadir, meski tujuan baik namun di waktu yang salah, dan pada orang (baik) yang salah juga.
Aku tak bisa bilang ini kebohongan, tapi yang jelas ini bukan kejujuran. 
Di zaman internet ini, didukung dengan masa pandemi, rasa seperti ini mudah sekali tumbuh. Aku bisa melihatnya 7/24, mudah mencari segala hal tentangnya, semua mudah sekali terlihat baik dan sempurna. Mudah mengatakan apapun yg aku pikirkan tentangnya dan mudah merasa dicintai karena perhatian perhatian kecilnya. Tak seperti dulu. Zaman aku masih pantas jatuh cinta, malu malu tak akan mungkin bisa mendapat perhatian dari dia yang kita suka. Jadinya, aku kehilangan karena cinta yang jatuh di hatiku selalu satu pihak, pihak aku. 
Kini, aku harus menjauh lagi, harus. Tapi, aku takut. Takut kehilangan rasa yang bertahun tahun tah pernah kurasa. Takut kembali merasa kosong. Tapi.... Ini harus. Berhenti. Setelah berkali kali berniat untuk berhenti, semoga kali ini selesai. 
.
Mumpung atiku jek iso di selametno soale durung tau ketemu langsung๐Ÿ˜. Mumpung jek iso di pikir koyok moco novel, nonton Drakor, anime, utowo kisah kisah ngunu. Kisah bahagia hanya ada di dunia orang lain, bulan aku.๐Ÿ˜Š semangaaat๐Ÿ’ช
.
.
Oktober 2022, 
di suatu tempat, yang hanya ada diriku

Kamis, 07 Juli 2022

Qs. Saba, ayat 18-19

Bismillahirrahmanirrahim
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…


*Tafsir QsSaba, ayat 18-19*


*{ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ْู‚ُุฑَู‰ ุงู„َّุชِูŠ ุจَุงุฑَูƒْู†َุง ูِูŠู‡َุง ู‚ُุฑًู‰ ุธَุงู‡ِุฑَุฉً ูˆَู‚َุฏَّุฑْู†َุง ูِูŠู‡َุง ุงู„ุณَّูŠْุฑَ ุณِูŠุฑُูˆุง ูِูŠู‡َุง ู„َูŠَุงู„ِูŠَ ูˆَุฃَูŠَّุงู…ًุง ุขู…ِู†ِูŠู†َ (18) ูَู‚َุงู„ُูˆุง ุฑَุจَّู†َุง ุจَุงุนِุฏْ ุจَูŠْู†َ ุฃَุณْูَุงุฑِู†َุง ูˆَุธَู„َู…ُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَู‡ُู…ْ ูَุฌَุนَู„ْู†َุงู‡ُู…ْ ุฃَุญَุงุฏِูŠุซَ ูˆَู…َุฒَّู‚ْู†َุงู‡ُู…ْ ูƒُู„َّ ู…ُู…َุฒَّู‚ٍ ุฅِู†َّ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ู„ุขูŠَุงุชٍ ู„ِูƒُู„ِّ ุตَุจَّุงุฑٍ ุดَูƒُูˆุฑٍ (19) }*
*Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami.” dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur­ hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.*

Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan apa yang diperoleh mereka berupa kenikmatan, kemewahan hidup, kesenangan, negeri yang makmur, tempat-tempat yang aman, dan kota-kota yang saling berdekatan satu sama lainnya yang dipenuhi oleh pepohonan, tanam-tanaman, dan hasil buah-buahan yang melimpah ruah. Sehingga orang yang mengadakan perjalanan di antara mereka tidak perlu membawa bekal makanan dan air minum, bahkan di mana pun ia turun istirahat pasti ia menjumpai air dan buah-buahan. Ia dapat pula beristirahat siang hari di suatu kota, lalu menginap di kota lainnya menurut kondisi dan keadaan yang diperlukan dalam perjalanan. Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya:

*{ูˆَุฌَุนَู„ْู†َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ูˆَุจَูŠْู†َ ุงู„ْู‚ُุฑَู‰ ุงู„َّุชِูŠ ุจَุงุฑَูƒْู†َุง ูِูŠู‡َุง}*
*Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya. (Saba: 18)*

Wahb ibnu Munabbih mengatakan, yang dimaksud adalah kampung-kampung yang ada di San'a; hal yang sama telah dikatakan oleh Abu Malik. Mujahid, Al-Hasan, Sa'id ibnu Jubair, Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam, dari Qatadah, Ad-Dahhak, As-Saddi, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya, bahwa yang dimaksud adalah kota-kota yang ada di negeri Syam. Dengan kata lain, mereka berjalan dari Yaman menuju ke negeri Syam melalui banyak kota yang satu sama lainnya berdekatan.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa negeri-negeri yang Kami berkati adalah Baitul Maqdis. Al-Aufi mengatakan pula bahwa makna yang dimaksud adalah kota-kota Arab yang ada di antara Madinah dan negeri Syam.

*{ู‚ُุฑًู‰ ุธَุงู‡ِุฑَุฉً}*
*beberapa negeri yang berdekatan  (Saba: 18)*

Yakni jelas dan gamblang dikenal oleh semua musafir; mereka dapat beristirahat siang di suatu kota, lalu menginap di kota lainnya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

*{ูˆَู‚َุฏَّุฑْู†َุง ูِูŠู‡َุง ุงู„ุณَّูŠْุฑَ}*
*dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. (Saba: 18)*

Artinya, Kami menjadikan letak kota-kota tersebut sesuai dengan jarak tempuh yang diperlukan oleh orang-orang musafir, antara yang satu dengan yang lainnya.

*{ุณِูŠุฑُูˆุง ูِูŠู‡َุง ู„َูŠَุงู„ِูŠَ ูˆَุฃَูŠَّุงู…ًุง ุขู…ِู†ِูŠู†َ}*
*Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman. (Saba: 18)*

Yakni dalam waktu kapan pun, baik siang maupun malam, perjalanan mereka akan aman.
Bersambung

Tafsir Ibnu Katsir
ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…

Tafsir Saba' ayat 16

Bismillahirrahmanirrahim
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

*Lanjutan Tafsir Saba' ayat 16*


Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
*{ูˆَุดَูŠْุกٍ ู…ِู†ْ ุณِุฏْุฑٍ ู‚َู„ِูŠู„ٍ}*
*dan sedikit dari pohon sidr.  (Saba: 16)*

Pohon pengganti yang terbaik dari pepohonan tersebut adalah pohon sidr, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas. Demikian nasib kedua kebun yang indah itu, sebelumnya buah-buahannya sangat subur, indah dipandang mata, rimbun, dan airnya mengalir; kemudian diganti dengan pohon arok, tarfa, dan sidr yang semuanya berduri dan sedikit buahnya. Demikian itu karena ulah mereka yang kafir, mempersekutukan Allah serta mendustakan perkara yang hak, lalu memilih jalan yang batil. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

*{ุฐَู„ِูƒَ ุฌَุฒَูŠْู†َุงู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَูَุฑُูˆุง ูˆَู‡َู„ْ ู†ُุฌَุงุฒِูŠ ุฅِู„ุง ุงู„ْูƒَูُูˆุฑَ}**
*Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. (Saba: 17)*

Yakni Kami hukum mereka disebabkan kekafiran mereka. Mujahid mengatakan bahwa tidaklah disiksa melainkan hanya orang-orang yang sangat ingkar.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa Mahabenar Allah Yang Mahabesar, tidaklah Dia menghukum dengan hukuman yang setimpal kecuali hanyalah orang-orang yang sangat kafir. Tawus mengatakan, tidaklah diberi pelajaran kecuali hanya orang-orang yang sangat kafir.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali Ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Umar ibnun Nahas Ar-Ramli, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abul Baida, dari Hisyam ibnu Saleh At-Taglabi, dari Ibnu Khairah (salah seorang pengikut sahabat Ali Radhiyallahu Anhu) yang mengatakan bahwa balasan bagi pendurhaka ialah lemah dalam beribadah, sempit dalam kehidupan, dan sulit mendapat kesenangan. Ketika ditanyakan kepadanya tentang makna yang dimaksud 'sulit mendapat kesenangan', Ibnu Khairah menjawab, "Tidaklah ia menjumpai kesenangan yang halal melainkan datang orang lain yang merebutnya dari tangannya.


Tafsir Ibnu Katsir
ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…

Minggu, 03 Juli 2022

Tafsir Saba' ayat 15-17

Bismillahirrahmanirrahim
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Lanjutan Tafsir Saba' ayat 15-17


Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
*{ูَุฃَุนْุฑَุถُูˆุง}*
Tetapi mereka berpaling. (Saba: 16)*
Yakni dari mengesakan Allah, dari menyembah-Nya, serta dari bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Sebaliknya mereka menyembah matahari, bukannya menyembah Allah. Sebagaimana yang dilaporkan burung Hud-hud kepada Nabi Sulaiman 'alaihissalam Hal ini menceritakan oleh firman-Nya:

*{ูˆَุฌِุฆْุชُูƒَ ู…ِู†ْ ุณَุจَุฅٍ ุจِู†َุจَุฅٍ ูŠَู‚ِูŠู†ٍ. ุฅِู†ِّูŠ ูˆَุฌَุฏْุชُ ุงู…ْุฑَุฃَุฉً ุชَู…ْู„ِูƒُู‡ُู…ْ ูˆَุฃُูˆุชِูŠَุชْ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ูˆَู„َู‡َุง ุนَุฑْุดٌ ุนَุธِูŠู…ٌ. ูˆَุฌَุฏْุชُู‡َุง ูˆَู‚َูˆْู…َู‡َุง ูŠَุณْุฌُุฏُูˆู†َ ู„ِู„ุดَّู…ْุณِ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฒَูŠَّู†َ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ُ ุฃَุนْู…َุงู„َู‡ُู…ْ ูَุตَุฏَّู‡ُู…ْ ุนَู†ِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ ูَู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠَู‡ْุชَุฏُูˆู†َ}*
*dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk (An-Naml: 22-24)*

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Wahb ibnu Munabbih bahwa Allah Swt. telah mengirimkan kepada mereka tiga belas orang nabi sebagai utusan-utusan Allah.

As-Saddi mengatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala Telah mengutus kepada mereka dua belas ribu orang nabi; hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui.

************

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
*{ูَุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุณَูŠْู„َ ุงู„ْุนَุฑِู…ِ}*
maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar (Saba: 16)*
Yang dimaksud dengan al-arim ialah air, menurut pendapat lain adalah lembah. Menurut pendapat yang lainnya hama tikus, dan menurut pendapat yang lainnya lagi adalah air bah. Dengan demikian, berarti penamaan Sailul 'Arim ini termasuk ke dalam Bab "Idafatul Ismi Ila Sifatihi" (Menyandarkan Nama Kepada Sifatnya), seperti Masjid Jami' dan Sa'id Kurz. Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh As-Suhaili.

Ibnu Abbas, Wahb ibnu Munabbih, dan Qatadah serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah menyebutkan bahwa ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala hendak menghukum mereka dengan mengirimkan banjir besar kepada mereka, maka terlebih dahulu Allah mengirimkan sejumlah besar tikus-tikus ke bendungan mereka, lalu tikus-tikus itu menggerogotinya.

Wahb ibnu Munabbih menceritakan bahwa mereka menjumpai dalam kitab-kitab mereka (Ahli Kitab), bahwa penyebab hancurnya bendungan tersebut adalah karena ulah tikus. Dalam suatu periode mereka (orang-orang Saba) menjaga bendungannya dengan kucing-kucing liar, tetapi setelah takdir tiba tikus-tikus itu dapat mengalahkan kucing-kucing penjaga bendungan tersebut. Akhirnya tikus-tikus itu masuk ke daerah bendungan dan melubanginya sehingga bendungan mereka ambruk dan banjir menimpa mereka.

Qatadah dan lain-lainnya mengatakan bahwa tikus-tikus itu melubangi fondasi bendungan tersebut hingga bendungan itu tidak mempunyai akar fondasi lagi dan labil. Ketika tiba musim penghujan, datanglah banjir kiriman, lalu menghantam bendungan itu hingga roboh. Akhirnya air bah melanda bagian yang terendah dari lembah dan memporak-porandakan semua bangunan, merusak semua pohon yang ada di hadapannya, serta menghancurkan semua yang dilandanya. Akhirnya air surut dan tidak lagi menyuplai perairan pepohonan yang ada di kedua sisi bukit tersebut, hingga semua pepohonan kering dan mati. Kemudian pepohonan yang berbuah lagi indah dan hijau itu sesudah banjir tidak ada lagi dan berubah, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

*{ูˆَุจَุฏَّู„ْู†َุงู‡ُู…ْ ุจِุฌَู†َّุชَูŠْู‡ِู…ْ ุฌَู†َّุชَูŠْู†ِ ุฐَูˆَุงุชَูŠْ ุฃُูƒُู„ٍ ุฎَู…ْุทٍ}*
*dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit. (Saba: 16)*

Menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Ata Al-Khurrasani, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Saddi, yang dimaksud adalah pohon arok dan rerumputan yang berduri.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, " ุฃَุซْู„", menurut Al-Aufi, dari Ibnu Abbas disebutkan pohon tarfa, sedangkan yang lain menyebutnya pohon yang serupa dengan pohon tarfa, dan menurut pendapat yang lainnya menyebutkan pohon samur, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Bersambung
Tafsir Ibnu Katsir
ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…
.
#copast WAG ustadzah Ista'ti#

Minggu, 26 Juni 2022

Tafsir Saba Ayat 13 - 15

Bismillahirrahmanirrahim
.
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Tafsir Saba Ayat  15

Negeri Saba subur berkat adanya bendungan yang dinamakan Saddi Ma'rib, yang pada mulanya air datang kepada mereka dari celah-celah yang ada di antara kedua bukit, lalu berkumpul di lembah dan bercampur dengan air hujan yang turun kepada mereka dari bukit-bukit yang ada di sekitarnya. Lalu raja-raja mereka dahulu membuat rencana untuk memanfaatkan air tersebut, maka mereka membangun sebuah dam yang besar lagi kokoh guna membendung air tersebut. Akhirnya permukaan air naik dan memenuhi lembah yang ada di antara kedua bukit tersebut. Kemudian mereka menanam pohon-pohon dan bercocok tanam, serta menghasilkan buah-buahan yang sangat banyak dan bermutu baik. Sebagaimana yang telah diceritakan oleh bukan seorang dari kalangan ulama Salaf, antara lain Qatadah.

Disebutkan bahwa seorang wanita dari kalangan mereka berjalan di bawah pepohonan dengan membawa keranjang atau wadah buah-buahan di atas kepalanya. Maka buah-buahan berjatuhan memenuhi keranjang­nya tanpa susah payah harus memetiknya karena buahnya rimbun dan masak-masak.

Bendungan tersebut terletak di Ma'rib, nama sebuah tempat yang jauhnya tiga marhalah dari kota San'a, sehingga dikenal dengan nama Saddi Ma 'rib (bendungan Ma'rib). Ulama lainnya menceritakan bahwa di negeri mereka tidak terdapat seekor lalat atau nyamuk pun, juga tidak terdapat serangga lainnya yang mengganggu. Demikian itu karena iklim negeri itu sedang dan berkat pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala agar mereka mengesakan dan menyembah-Nya, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

*{ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„ِุณَุจَุฅٍ ูِูŠ ู…َุณْูƒَู†ِู‡ِู…ْ ุขูŠَุฉٌ}*
*Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka. (Saba: 15)*

Kemudian dijelaskan oleh firman selanjutnya yang menyebutkan:

*{ุฌَู†َّุชَุงู†ِ ุนَู†ْ ูŠَู…ِูŠู†ٍ ูˆَุดِู…َุงู„ٍ}*
*yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Saba: 15)*

Yakni terdapat di kedua sisi bukit tersebut, sedangkan negeri tempat tinggal mereka di tengah-tengahnya.

*{ูƒُู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฑِุฒْู‚ِ ุฑَุจِّูƒُู…ْ ูˆَุงุดْูƒُุฑُูˆุง ู„َู‡ُ ุจَู„ْุฏَุฉٌ ุทَูŠِّุจَุฉٌ ูˆَุฑَุจٌّ ุบَูُูˆุฑٌ}*
*
(kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (Saba: 15)*

Yaitu Maha Pengampun kepada kalian jika kalian tetap mengesakan-Nya.

Bersambung

Tafsir Ibnu Katsir
ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…

= WAG Ustadza Istati'.

Qs. Saba 15-17

Bismillahirrahmanirrahim
.
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Tafsir Saba, ayat 15-17


*{ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„ِุณَุจَุฅٍ ูِูŠ ู…َุณْูƒَู†ِู‡ِู…ْ ุขูŠَุฉٌ ุฌَู†َّุชَุงู†ِ ุนَู†ْ ูŠَู…ِูŠู†ٍ ูˆَุดِู…َุงู„ٍ ูƒُู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฑِุฒْู‚ِ ุฑَุจِّูƒُู…ْ ูˆَุงุดْูƒُุฑُูˆุง ู„َู‡ُ ุจَู„ْุฏَุฉٌ ุทَูŠِّุจَุฉٌ ูˆَุฑَุจٌّ ุบَูُูˆุฑٌ (15) ูَุฃَุนْุฑَุถُูˆุง ูَุฃَุฑْุณَู„ْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุณَูŠْู„َ ุงู„ْุนَุฑِู…ِ ูˆَุจَุฏَّู„ْู†َุงู‡ُู…ْ ุจِุฌَู†َّุชَูŠْู‡ِู…ْ ุฌَู†َّุชَูŠْู†ِ ุฐَูˆَุงุชَูŠْ ุฃُูƒُู„ٍ ุฎَู…ْุทٍ ูˆَุฃَุซْู„ٍ ูˆَุดَูŠْุกٍ ู…ِู†ْ ุณِุฏْุฑٍ ู‚َู„ِูŠู„ٍ (16) ุฐَู„ِูƒَ ุฌَุฒَูŠْู†َุงู‡ُู…ْ ุจِู…َุง ูƒَูَุฑُูˆุง ูˆَู‡َู„ْ ู†ُุฌَุงุฒِูŠ ุฅِู„ุง ุงู„ْูƒَูُูˆุฑَ (17) }*
_*Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon asl, dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.*_

Saba adalah nama raja-raja negeri Yaman dan juga nama penduduknya, dan Tababi'ah (jamak Tubba' nama julukan Raja Yaman) berasal dari keturunan mereka. Balqis (teman wanita Nabi Sulaiman 'alaihissalam) termasuk salah seorang dari raja-raja negeri Yaman. Dahulu kala mereka hidup berlimpah dengan kenikmatan dan kesenangan di negeri mereka; kehidupan mereka sangat menyenangkan, dan rezeki mereka berlimpah, begitu pula tanam-tanaman dan buah-buahannya.

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus kepada mereka rasul-rasul yang memerintahkan kepada mereka agar memakan rezeki Allah dan bersyukur kepada-Nya dengan cara mengesakan dan menyembah-Nya; mereka tetap diseru oleh para rasul selama masa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Tetapi mereka berpaling dari apa yang diperintahkan oleh para rasul kepada mereka. Akhirnya mereka diazab dengan didatangkan kepada mereka banjir besar yangmemporak-porandakan seluruh negeri, sebagaimana yang akan diceritakan kisahnya secara rinci dalam pembahasan berikut ini, insya Allah..

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Abdullah ibnu Hubairah, dari Abdur Rahman ibnu Wa'lah yang menceritakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan, pernah ada seorang lelaki bertanya kepada _Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam tentang Saba, apakah itu nama seorang laki-laki ataukah seorang perempuan ataukah nama negeri. Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menjawab: Tidak demikian, dia adalah seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang anak; enam di antara mereka tinggal di negeri Yaman, sedangkan empat orang dari mereka tinggal di negeri Syam. Ada pun yang tinggal di Yaman adalah kabilah Mulhaj, kabilah Kindah, kabilah Azd, orang-orang Asy'ari, Anmar, dan Himyar. Adapun yang tinggal di negeri Syam adalah Lakham, Juzam, 'Amilah, dan Gassan_

Bersambung

Tafsir Ibnu Katsir
ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…


=copast WAG ustadzh Ista'ti=

Sabtu, 25 Juni 2022

Qs. Saba ayat 14

Bismillahirrahmanirrahim
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Tafsir Saba, ayat 14

*{ูَู„َู…َّุง ู‚َุถَูŠْู†َุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْู…َูˆْุชَ ู…َุง ุฏَู„َّู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ู…َูˆْุชِู‡ِ ุฅِู„ุง ุฏَุงุจَّุฉُ ุงู„ุฃุฑْุถِ ุชَุฃْูƒُู„ُ ู…ِู†ْุณَุฃَุชَู‡ُ ูَู„َู…َّุง ุฎَุฑَّ ุชَุจَูŠَّู†َุชِ ุงู„ْุฌِู†ُّ ุฃَู†ْ ู„َูˆْ ูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ ุงู„ْุบَูŠْุจَ ู…َุง ู„َุจِุซُูˆุง ูِูŠ ุงู„ْุนَุฐَุงุจِ ุงู„ْู…ُู‡ِูŠู†ِ (14) }*
*Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib, tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.*

Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan perihal kematian Sulaiman 'alaihissalam dan bagaimana Allah Swt. menyembunyikan kematiannya terhadap makhluk jin yang telah Dia tundukkan baginya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berat. Dan sesungguhnya Sulaiman saat kematiannya dalam keadaan sedang bertopang pada tongkatnya, berdiri tegak. Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu Mujahid, Al-Hasan dan Qatadah serta yang lain-lainnya yang bukan hanya seorang telah menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman dalam keadaan begitu selama kurang lebih satu tahun. Ketika tongkatnya dimakan oleh rayap tanah, maka tongkat penopangnya rapuh dan akhirnya jasad Nabi Sulaiman jatuh. Pada saat itu barulah diketahui bahwa ia telah meninggal dunia, dan sebelum itu dalam waktu yang cukup lama tidak diketahui kematiannya. Dengan demikian, maka diketahui pulalah bahwa makhluk jin itu tidak mengetahui perkara yang gaib, tidak seperti apa yang didugakan dan disangkakan-oleh manusia selama itu.

Sehubungan dengan hal itu ada sebuah hadis marfu' yang menceritakannya, tetapi kesahihannya masih diragukan.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Mansur, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Mas'ud, telah menceritakan kepada kami Abu Huzaifah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Tahman, dari Ata, dari As-Sa-ib ibnu Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, dari 
_Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam yang menceritakan bahwa: Nabi Sulaiman apabila salat selalu melihat pohon yang tumbuh di hadapannya, lalu ia bertanya kepada pohon itu, "Siapakah namamu?" Maka pohon itu menjawab dengan bahasanya sendiri, "Namaku anu." Ia bertanya lagi, "Apakah kegunaanmu?" Jika pohon itu untuk ditanam, maka ia ditanam; dan jika untuk obat, maka dicatat. Ketika Nabi Sulaiman sedang salat di suatu hari, tiba-tiba ia melihat sebuah pohon ada di hadapannya, maka Sulaiman bertanya, "Apakah namamu?" Pohon itu menjawab bahwa namanya adalah Al-Kharub. Sulaiman bertanya, "Apakah kegunaanmu?" Pohon itu menjawab, "Untuk merusak Bait ini (Baitul Maqdis)." Maka Nabi Sulaiman 'alaihissalam berdoa, "Ya Allah, butakanlah jin dari kematianku, sehingga manusia mengetahui bahwa jin itu tidak mengetahui hal yang gaib." Lalu Nabi Sulaiman mengukir pohon tersebut menjadi sebuah tongkat, kemudian ia berdiri seraya bersandar pada tongkat itu selama satu tahun dalam keadaan telah wafat, sedangkan jin selama itu tetap bekerja seperti biasanya. Pada akhirnya tongkat itu dimakan oleh rayap (dan robohlah Sulaiman 'alaihissalam ke tanah). Maka jelaslah bagi manusia saat itu bahwa seandainya jin itu mengetahui perkara yang gaib, tentulah mereka tidak akan tinggal selama satu tahun dalam siksaan kerja paksa yang menghinakan._

Perawi mengatakan bahwa Ibnu Abbas membaca ayat ini dengan bacaan tafsirnya memakai kata haulan. Lalu jin berterima kasih kepada rayap, lalu jin dengan sukarela mendatangkan air kepada rayap._
Bersambung

Tafsir Ibnu Katsir
ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…

*copast WAG ustazah Ista'ti*