Jumat, 07 Oktober 2022

edisi curhat, Sekali Lagi Berjanji Untuk Berhenti

Bismillah
.
Hari hari ini, rasanya sesak dadaku. Kembali merasakan kagum sama seseorang (lawan jenis), tapi berkembang jadi harap yang berlebih, adalah tingkat rasa sakit awal dalam hubungan dengan lawan jenis.
Bertahun tahun bisa tanpa rasa baper romantis pada lawan jenis dalam menjalani hidup single(lillah),  terkaget saat mengenalnya. Allah, kembali memberi rasa ini. Mendadak bahagia, semangat, penasaran ceria, semua yg dilihat jadi indah, terasa lucu, dan semua perasaan positif itu muncul saat Allah membiarkan semua indra ini mencerna "si dia", lalu menyusupkan rasa itu. Rasa yang ku artikan sbg jatuh cinta.
Seandainya aku di usia 20 an, pasti sempurna. Tapi rasa ini hadir, meski tujuan baik namun di waktu yang salah, dan pada orang (baik) yang salah juga.
Aku tak bisa bilang ini kebohongan, tapi yang jelas ini bukan kejujuran. 
Di zaman internet ini, didukung dengan masa pandemi, rasa seperti ini mudah sekali tumbuh. Aku bisa melihatnya 7/24, mudah mencari segala hal tentangnya, semua mudah sekali terlihat baik dan sempurna. Mudah mengatakan apapun yg aku pikirkan tentangnya dan mudah merasa dicintai karena perhatian perhatian kecilnya. Tak seperti dulu. Zaman aku masih pantas jatuh cinta, malu malu tak akan mungkin bisa mendapat perhatian dari dia yang kita suka. Jadinya, aku kehilangan karena cinta yang jatuh di hatiku selalu satu pihak, pihak aku. 
Kini, aku harus menjauh lagi, harus. Tapi, aku takut. Takut kehilangan rasa yang bertahun tahun tah pernah kurasa. Takut kembali merasa kosong. Tapi.... Ini harus. Berhenti. Setelah berkali kali berniat untuk berhenti, semoga kali ini selesai. 
.
Mumpung atiku jek iso di selametno soale durung tau ketemu langsung😁. Mumpung jek iso di pikir koyok moco novel, nonton Drakor, anime, utowo kisah kisah ngunu. Kisah bahagia hanya ada di dunia orang lain, bulan aku.😊 semangaaat💪
.
.
Oktober 2022, 
di suatu tempat, yang hanya ada diriku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar